ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy)
Dinar Berliana (P22030124909)
Mahasiswa Kelas RPL Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Elektromedis
Poltekkes Kemenkes Jakarta II
ESWL atau Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy adalah terapi yang menggunakan gelombang kejut (shock wave), yang ditembakkan dari luar tubuh ke arah batu ginjal sampai batu ginjal tersebut hancur dan ukuran serpihannya cukup kecil hingga dapat dikeluarkan secara natural dengan urinasi. Dikatakan sebagai terapi non-invasive, karena tidak memerlukan pembedahan atau memasukkan alat kedalam tubuh pasien.
Sejarah Perkembangan ESWL
ESWL ditemukan di Jerman dan dikembangkan di Perancis. Pada tahun 1971, Haeusler dan Kiefer memulai uji coba secara in-vitro penghancuran batu ginjal menggunakan gelombang kejut. Tahun 1974, secara resmi pemerintah Jerman memulai proyek penelitian dan aplikasi ESWL. Kemudian pada tahun 1980, pasien pertama batu ginjal diterapi dengan ESWL di kota Munich menggunakan mesin Dornier Lithotripter HMI. Kemudian berbagai penelitian lanjutan dilakukan secara intensif dengan in-vivo maupun in-vitro. Barulah mulai tahun 1983, ESWL secara resmi diterapkan di Rumah Sakit di Jerman.
Cara Kerja ESWL
Penderita batu ginjal ditidurkan terlentang pada meja khusus dan pada pinggang ditempelkan alat yang menghantarkan gelombang kejut tersebut.
Dengan pertolongan sinar rontgent atau USG gelombat kejut tadi difokuskan dengan cermin cekung khusus dan fokusnya dipaskan ke batu ginjal, kemudian generator dihidupkan dan batu akan pecah menjadi seperti pasir yang akan keluar bersama air kencing pada hari hari berikutnya. Pengobatan dengan ESWL tidak perlu bius dan tidak perlu mondok, sehingga penderita bisa pulang dan bekerja normal. Dengan demikian pasien tidak akan merasakan gelombang kejut pada saat masuk ke dalam tubuhnya.
Dari hasil observasi pada proses ESWL, ditemukan bahwa pada awalnya batu ginjal yang ditembak dengan shock wave pecah menjadi dua atau beberapa fragment besar. Selanjutnya dengan bertambahnya jumlah tembakan, fragment tersebut pecah kembali dan hancur. Umumnya diperlukan sekitar 1000 sampai 5000 tembakan sampai serpihan -serpihan batu ginjal tersebut cukup kecil untuk dapat dikeluarkan dengan proses urinasi. Proses hancurnya batu ginjal diprediksi merupakan hasil kombinasi dari efek langsung maupun tidak langsung dari shock wave. Untuk dapat menjelaskan proses hancurnya batu ginjal, terlebih dahulu kita perlu mengetahui profil dari shock wave yang dihasilkan di titik fokus penembakan.Secara umum, shock wave ditandai dan diawali oleh high positive pressure (compressive wave) dengan durasi singkat sekitar satu mikrodetik, kemudian diikuti oleh negative pressure (tensile wave) dengan durasi sekitar tiga mikrodetik.
High positive pressure di dalam batu ginjal akan mengalami refraksi dan refleksi, dan akhirnya membangkitkan tensile dan shear stress di dalam batu ginjal. Selanjutnya retak akan terjadi dan merambat hingga menyebabkan batu pecah menjadi dua atau beberapa fragment besar. Pada saat yang sama, tingginya compression stress dapat menyebabkan erosi pada permukaan batu ginjal. Proses di atas dikatakan sebagai efek langsung dari shock wave. Sedangkan negative pressure akan mengakibatkan munculnya cavitation bubbles pada fluida di sekitar batu ginjal dan ini dikatakan sebagai efek tidak langsung dari shock wave. Cavitation bubbles ini kemudian akan collapse menghujam permukaan batu ginjal dan menyebabkan erosi.
ESWL bekerja melalui gelombang kejut yang dihantarkan melalui cairan tubuh ke batu. Gelombang ini akan memecah batu menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga diharapkan dapat keluar sendiri melalui air kemih. Gelombang yang dipakai berupa gelombang ultrasonic, elektrohidrolik atau sinar laser. Metode ini tidak memerlukan tindakan operasi, hanya cukup mendekatkan lithotripter pada permukaan tubuh sesuai dengan lokasi batu kemudian gelombang dihantarkan selama seitar 30-60 menit, tergantung pada ukuran dan tingkat kekerasan batu.
Syarat Dilakukan ESWL Pada Pasien Batu Ginjal
Kesuksesan dari ESWL sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Tidak semua jenis batu dapat dihancurkan dengan metode ini, ukuran, lokasi batu, anatomi ginjal dan kondisi kesehatan pasien juga mempengaruhi. Kandidat yang baik untuk ESWL antara lain
- Batu ginjal berukuran dari 5 mm hingga 20 mm. Batu yang berukuran lebih besar kadang memerlukan pemasangan stent (sejenis selang kecil) sebelum tindakan ESWL untuk memperlancar aliran air seni.
- Fungsi ginjal masih baik.
- Tidak ada sumbatan distal (di bagian bawah saluran) dari batu.
- Tidak ada kelainan pembekuan darah.
- Tidak sedang hamil.
- Jenis batu yang mengandung kalsium atau asam urat lebih rapuh dan mudah dipecah.
- Lokasi batu di ginjal atau ureter bagian proksimal dan medial.
- Tidak adanya obstruksi ginjal
- Kondisi kesehatan pasien memenuhi syarat (lihat kontra indikasi ESWL)
Keuntungan ESWL
- Dapat menghindari operasi terbuka.
- Lebih aman, efektif, dan biaya lebih murah.
- Bisa rawat jalan (batu kecil).
- Tidak invasif (kulit utuh)
- Rasa nyeri kalau ada hanya sedikit sekali, sering tak perlu anestesi
- Lamanya perawatan pendek atau tak perlu dirawat
- Pada residif dapat diulang lagi tanpa kesukaran
- Dapat digunakan pada semua usia
Kontra Indikasi ESWL
- Kehamilan, Gelombang suara dan sinar-X dapat membahayakan janin pada kehamilan.
- Koagulopati (gangguan pembekuan darah)
- Hipertensi tak terkontrol
- Obstruksi saluran kemih distal
- Ginjal sudah tidak berfungsi
Komplikasi ESWL
- Steinstrasse atau pecahan batu yang tertahan di saluran kemih sehingga menyumbat aliran kemih. Pecahan ini nantinya dapat keluar sendiri atau dibutuhkan tindakan operatif tambahan untuk mengeluarkannya.
- Hematom (perdarahan) ringan perirenal.
- Hematuri (kencing berdarah) akibat pecahan batu yang melukai saluran kemih saat mau dikeluarkan dari tubuh.
- Nyeri yang disebabkan oleh mengalirnya fragmen batu didalam saluran kemih.
- Aliran Urine terblokir sebagai akibat dari fragmen batu yang terjebak di saluran kemih. Fragmen kemudian mungkin perlu diambil dengan sebuah ureteroscope.
- Infeksi saluran kemih.
- Pendarahan di sekitar bagian luar ginjal.
ESWL merupakan prosedur yang aman dan dapat digunakan pada anak-anak dan pada individu dengan hanya satu ginjal yang bekerja. ESWL tidak dianjurkan digunakan jika Anda memakai alat pacu jantung kecuali dokter kardiologis telah menyatakan aman untuk melakukan tindakan ESWL. Litotripsi (ESWL) menggunakan gelombang kejut untuk memecah batu ginjal menjadi potongan-potongan kecil yang dengan lebih mudah keluar melalui saluran kemih dan keluar dari tubuh.
Gejala Batu Ginjal
- Pegal-pegal/nyeri pada pinggang yang dapat menjalar keperut bagian depan, lipat paha hingga kemaluan.
- Buang air kecil berdarah.
- Buang air kecil berpasir.
- Nyeri pada saat buang air kecil.
- Kadang-kadang disertai demam.
Kelemahan ESWL
Walaupun ESWL telah terbukti keandalannya, namun ia masih menyisakan beberapa tantangan. Diantaranya adalah rendahnya tingkat keberhasilan ESWL (dengan satu kali tindakan) pada pasien yang memiliki batu ginjal dengan diameter lebih dari dua sentimeter, dan pada batu yang berjenis Cystine. Selain itu masih didapatinya laporan terjadinya injury pada ginjal yang kemungkinan besar disebabkan oleh cavitation.
Saat ini berbagai riset masih intensif dilakukan untuk mengatasi beberapa masalah di atas. Diharapkan pada akhirnya akan dapat dikembangkan teknologi baru yang dapat meningkatkan efisiensi lithotripter dalam menghancurkan batu ginjal dan disaat yang bersamaan dapat meminimalkan injury pada ginjal.

sangat bermanfaat
BalasHapusmantap sekali
BalasHapusartikel yang lengkap dan sangat menarik
BalasHapusmateri yang sangat baik
BalasHapusInformasi yang menarik. apakah alat ini bisa digunakan pada anak-anak ?
BalasHapusSangat menarik artikelnya kak
BalasHapusMenarik ya ilmunya
BalasHapusSesuai dengan yang di cari π
BalasHapusInformasi nya sangat bermanfaat
BalasHapusInfo yang baik good joob
BalasHapusPemahaman tentang eswl semakin menambah..thanks
BalasHapusartikelnya menarik dan informatif
BalasHapusPenjelasannya menarik dan mudah dipahami, terima kasihππ»
BalasHapussangat menarik
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusGass terus kak
BalasHapusartikel yang menarik dan lengkap. keren
BalasHapusKeren lengkap sekali informasinya
BalasHapuspenjelasan yang cukup lengkap, terima kasih
BalasHapussaya jadi paham alat ESWL, terimakasih. artikel yang bagus
BalasHapusSharing is caring, semoga bermanfaat
BalasHapussangat bermanfaat materinya
BalasHapusterimakasih sangat membantuππ»
BalasHapusterimakasih artikel mudah dipahami
BalasHapusTerimakasih informasinya sangat bermanfaat
BalasHapusSangat jelas informasinya terima kasih
BalasHapusterimakasih, sangat membantu
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapusππ
BalasHapusMantap
BalasHapussangat informatif sekali
BalasHapusartikelnya sangat keren ππ»
BalasHapusJelas sekali materinya
BalasHapussangat membantu terimakasih
BalasHapussangat informatif
BalasHapusInformasinya mudah dipahami, sangat membantu
BalasHapusInformasinya sangat bermanfaat
BalasHapusSangat membantu dan bermanfaat
BalasHapussangat bermanfaat materinya
BalasHapusinformasinya sangat membantu
BalasHapusKerenn
BalasHapussangat informatif
BalasHapusTerimakasih
BalasHapuskerenn
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapus